Seikat rerumputan yang arbitrer
Terlihat jelas daun kering kerontang
Seisap racun penawar gelisah
Semakin tak menentu perlawanan akan prahara
Bukanlah putus asa-ku
Tapi anggurpun tiada
Sesapu semua derita
Terbenam di bawah bulu di bawah rambut
Senggamaku akanmu tak ku idamkan
Tapi indahnya malam di tepian
Tempat berlabuhnya punggung
Tak terukur
Empuknya, kerasnya.
Bahkan batupun tak kupedulikan angkuhnya


0 komentar:
Posting Komentar